Detail Cantuman Kembali

XML

Berislam dengan Senyum


“Membaca buku ini saya dibuat tersenyum-senyum sendiri. Kisahnya lucu nan menggelikan, tetapi juga mengandung hikmah. Bila Anda ingin membaca buku keislaman sambil tertawa riang, bacalah buku ini. Hehehe....”

— M. Iqbal Dawami, Editor buku nonfiksi Islam

“Membacanya tidak hanya membuat kita tertawa, tetapi juga tercerahkan. Mengapa? Karena, buku ini tidak hanya bahan tertawaan, tetapi juga bahan inspirasi Islam.”

— Muhammadun As, Pimpinan Redaksi Majalah BANGKIT

“Islam yang melontarkan teriakan ‘Allahu Akbar’ kemudian dibarengi dengan pengrusakan itu bikin kita takut. Islam yang melontarkan kasih sayang dengan senyum itu bikin kita tertarik. Maka dari itu, berislamlah dengan ‘senyum’!”

— Noval Maliki, Peresensi Buku

Adalah Muhammad Ngajiyo, seorang santri dari sebuah pondok pesantren yang menjalani kehidupan di kota sebagai mahasiswa dan di desa sebagai pemuda biasa. Di kota, dia bertemu berbagai kalangan dalam dunia intelektual yang memaksanya berpikir kritis tentang Islam, tetapi tetap santun. Sementara itu, di desa, dia bertemu kearifan dan keawaman masyarakatnya tentang Islam yang memaksanya menempuh jalur dakwah, tetapi tetap santun.

Meskipun dia tetap santun di kota dan di desa, tapi sesungguhnya dia adalah orang yang cerdik dan konyol. Bagaimana kisah Ngajiyo dalam mengamalkan keilmuan yang didapatkannya dari pesantren? Bagaimana kecerdikan dan kekonyolannya ketika menghadapi orang-orang kota yang bergelut dengan dunia intelektual? Bagaimana kecerdikan dan kekonyolannya ketika menghadapi orang-orang desa yang arif tetapi awam?

Silakan menyimak ulasan-ulasan di dalam buku ini dan ambil hikmahnya! Paling tidak, Anda akan tersenyum. ""
Ali Abdullah - Personal Name
pertama
9786020244839
9786020244839
NONE
Buku
Indonesia
Elex Media Komputindo
2014
Jakarta
276 halaman
LOADING LIST...
LOADING LIST...