Detail Cantuman Kembali

XML

Atas Nama Cinta


Sebuah Novel Religius

Adakah nikmat kehidupan yang lebih mulia dan indah daripada cinta yang telah direstui Allah dan Rasul-Nya? Seisi alam semesta turut bahagia menyaksikan kebahagiaan mereka. Ini baru setitik nikmat yang berasal dari satu Asma Allah yang diturunkan untuk dunia. Atas nama cinta, dengan gemetar, Mustafa menempelkan bibirnya ke ubun-ubun Laila, sambil membisikkan sebuah doa: “Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira ma jabaltaha 'alaihi wa a'udzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha 'alaihi. Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fil khair.” (“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan atas istriku dan kebaikan sesuatu yang Engkau ciptakan atas dirinya dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan istriku dan kelemahan sesuatu yang Engkau ciptakan atas dirinya. Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, dan mempersatukan keduanya dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Laila mengamini dengan mata basah. Setelah Mustafa merampungkan doanya, barulah ia mengangkat wajahnya. Mengusap matanya lalu tersenyum kepada Mustafa. Mustafa balas tersenyum sambil berpuisi tak kalah lirih.

Inilah novel religius penuh motivasi dan hikmah tentang perjuangan hidup yang penuh gejolak jiwa, pikiran, emosi, dan sederet naluri manusiawi, dalam meraih kesucian dan kemuliaan diri. Sebuah potret kehidupan yang sepenuhnya takzim bersimpuh di haribaan Sang Maha Kasih, Allah ‘Azza wa Jalla.


Bisakah Anda laksana sang Mustafa itu?
Bisakah Anda laksana sang Laila itu?
WAHYU SUJANI - Personal Name
813.406
979-963-536-5
Novel
Buku
Indonesia
DIVA Press
2011
Jogjakarta
434 hal.
LOADING LIST...
LOADING LIST...